- Sawahlunto berpagar jua
- Berpagar sampai ke Durian;
- Anak gadis bersuami tua
- Harap kan mudah pencarian.
Mamak kandung pikirkanlah, jangan tanggung menggenggam dunia, usah dihalang kepalangan, menjadi cacat kemudian, tidak diagak dipikiri, tanggung-tanggung buluh seruas, saling suka baru menjadi.
Coba hidup bercacah jangat, rengkuh ke badan diri Mamak, agar tahu di asin garam, agar tahu di pedas cabai, jangan yang elok di mamak saja, benar bagai pantun orang,
- Dihentak maka dihantun
- Didulang di lapaknya;
- menderita makanya santun
- kalau tidak ditertawakannya.
- Ganja di parak orang seberang
- Serumpun dengan duri lunak;
- Elok di hati mamak seorang
- Tidak ditenggang hati anak.
Akhir kelaknya kemudian, tandanya tidak akan selamat, arang habis besi binasa, orang meniup payah saja, jerih payah tak berguna, Mamak jua yang menanggungkan, pulang maklum pada Mamak.”
Baru mendengar kata itu, terbit marah Rajo Kuaso, “Buyung Magek Manandin, banyak benar kata buyung, malah pandai berundang-undang, pandai pula berkata-kata, mengapa mencuri sapi jua?”
Wahai dubalang yang berempat, hari semakin tinggi jua, mari kita berjalan sekarang.”
Lalu diseret Magek Manandin, diseret sampai ke pintu rimba, sampai di tepi lurah yang dalam, menangislah Magek Manandin, letih yang tidak tertanggungkan, rasa kan putus nyawa di badan,
73