Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/90

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Tiga tahun mendengar hilang
Takkan diganti dengan yang bukan
Anjung di laut nago sakti
Sampan dikayuh nakhodanya;
Jauh yang tidak dituruti
Ditunggu saja beritanya.

Kabar beralih kemudian, beralih kepada Rajo Kuaso, dihimpunkan orang nagari, berhimpun orang besar kecil, diperintahkan ke anak buah, dibuat malah gelanggang, gelanggang pencari jodoh, untuk Puti Subang Bagelang.

Telah bersiap orang nagari, dibuat malah gelanggang, berukir bermega-mega, ukir sudah ragam tak jadi, jika sudah meracun hati.

Helat dimulailah segera, sehari sudah gelanggang ramai, darah ayam bak dibandarkan, patah taji bagai disukati, sirih menjadi sampah balai, gambir menjadi tanah liat, pinang menjadi dama tondeh.

Telah banyak Sutan yang datang, telah banyak raja yang tiba, belum dapat yang disuka, tidaklah kabar dipanjangkan. Kabar beralih tentang itu, beralih kepada Magek Manandin, sedang diam di dalam lurah, telah sadar dari pingsannya, dilihat kiri dan kanan, rimba raya balik bertimba, di kanan di kiri bukit, badan letih bukan kepalang, haus yang tidak tertanggungkan, menangislah Magek Manandin.

“Hari yang sedang tengah hari
Sedang bulat bayang-bayang;
Siapakah lawan akan berpari
Tertumbuk di badan sendiri.
Ladang orang banyak yang nampak
Kebun mandeh ditanam padi;
Anak orang banyak yang nampak
Anak mandeh dimanakah kini.

70