Lompat ke isi

Halaman:Magek Manandin.pdf/94

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Bertingkat tangsi di muara
Putus sutra ulas kelindan;
Karena miskin apa yang tiada
Putus kata dalam janjian.
Ikan raya mudik ke hulu
Siripnya tinggal di tepian;
yang kaya tiba dahulu
yang miskin tinggal dijanjian.
Naik bendi setengah belum
Pasang lentera keduanya;
Hamba berniat sampai belum
Menanggung ikrar selamanya.
Selasih di gunung Bungsu
Tampak yang dari Gunung Sago
Di batas gunung Pasaman
Aur duri rimba daun
Hilirkan pasar Pariaman
Balai anak orang Ujung Koto;
Kasih kalau dilarang ibu
Sayang sudah dilarang bapak
Ambillah upas kita makan
Ambillah racun kita minum
Memerah tanah galian
Sekubur kita berdua.”
Begitulah Magek Manandin, menangis dalam rimba
raya, badan menanggung perasaan, adik kandung terkenang
jua.

83