(syarak). Seperti kata peringatan adat dalam pergaulan:
Habih sandiang dek bageso,
habih miang dek bagisiah
habih bisa dek biaso,
habih gali dek galitiak.
Seorang wanita haruslah hati-hati dalam segala perbuatan dan tingkah laku yang akan menghabiskan rasa malu di dalam dirinya, yang akhirnya akan menjatuhkan prestise dan martabat seorang wanita dalam pandangan umum. Kalau kiranya seorang wanita telah berbuat salah menurut pandangan adat dan syarak, akan merusak nama baik wanita secara keseluruhannya karena adat mengatakan:
Sikua kabau bakubang,
sado kanai luluaknyo,
surang makan cubadak,
sado kanai gatahnyo.
2. Berilmu, Bermakrifat, Berfaham, Ujud Yakin Tawakkal pado Allah
Artinya seorang wanita haruslah berilmu pengetahuan, terutama dalam bidang kewanitaan itu sendiri. Bermakrifat artinya haruslah menjadi wanita yang taat menyembah Allah. Berfaham: jantaruah bak katidiang, jan baserak bak anjalai, kok ado rundiang banan batin, patuik baduo jan batigo, nak jan lahia didanga urang. Pandai dan hati-hati dalam bergaul dan menjaga perkataan yang akan menyakiti orang lain, dan menyimpan rahasia yang patut dirahasiakan.
Ujud dan yakin mengetahui ujud Allah, dan yakin di dalam kehidupan beragama dan beradat, sehingga menjadi pakaian dalam kehidupan sehari-hari. Keseluruhan dari macam martabat yang kedua ini harus dihayati dalam kehidupan dalam rumah tangga dan di luar rumah tangga sendiri.
82