Lompat ke isi

Halaman:Pegangan Penghulu, Bundo Kanduang, dan Pidato Alua Pasambahan Adat di Minangkabau.pdf/105

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

3. Murah dan Mahal dalam Laku dan Perangai yang Berpatutan

Artinya seorang wanita menurut adat di dalam pergaulan sehari-hari, ramah dan rendah hati, tidak angkuh dan sombong, baik sesamanya maupun dengan laki-laki. Tetapi ada waktu mahal yakni tidak suka dipermainkan oleh laki-laki, dirayu dan dibujuk dengan segala bentuk rayuan dan tipuan, selalu menjaga kehormatannya yang dibentengi sifat malu dan sopan serta budi pekerti yang mulia, seperti kata pepatah:

Maha tak dapek dibali,
murah tak dapek dimintak,
takuik dipaham ka tagadai,
takuik dibudhi ka tajua,

Satali pambali kamayan,
sakupang pambali katanyo,
sakali lancuang ka ujian,
salamo iduk urang tak picayo.

Sangat dilarang oleh adat dan agama Islam seorang wanita bersifat taruah bana bak katidiang, taserak bana bak anjalai, bak baluik digalitiak ikua, bak kacang diabuie ciek, bak katidiang tangga bingkai, bak payuang tabukak kasau, alun dijujainyo lah galak, balun dikubiknyo lah datang. Bak balam talampau jinak.

4. Kayo dan Miskin pado Hati dan Kebenaran

Kayo hati dan miskin hati bagi seorang wanita menurut adt yang diukur dengan mungkin dan di dalam pergaulan sehari-hari. Seorang wanita yang kaya hatinya melahirkan sifat sopan santun, hormat dan khidmat kepada orang tua dan suami, selalu mencerminkan sifat seorang ibu dan pendidik yang ramah-tamah, perkataannya lunak lembut, senantiasa mengandung arti mendidik dan nasihat.

Ia berbudi tinggi dan mulia serta berwibawa terhadap kaum laki-laki, dan senantiasa dibentengi sifat malu di dalam dirinya. Dia selalu

83