memberikan contoh-contoh yang baik terhadap lingkungan di dalam tingkah laku dan perbuatan serta perkataan, selalu hidup gembira dan dibibirnya terbayang senyum keramahan.
Miskin hati: Seorang wanita akan berlaku tegas terhadap orang lain kalau tidak di atas yang wajar dan benar, apalagi terhadap laki-laki yang ingin mempermainkannya, atau yang bertingkah laku tidak sopan terhadapnya.
Seorang wanita menurut adat tidak mudah digoda oleh laki-laki. Dia tidak akan meletakkan dan menempatkan hatinya kepada seorang laki-laki sebelum mengetahui secara jelas agama dan budi pekerti laki-laki yang bersangkutan. Dia tidak akan mencemarkan nama baiknya walaupun dengan harapan setinggi gunung, tidak tergoda oleh emas dan perak, dan sebagainya.
5. Sabar dan Ridha
Seorang bundo kanduang (wanita) di dalam adat Minangkabau senantiasa memiliki kesabaran di atas segala sesuatu yang timbul di dalam lingkungan rumah tangga dan keluarganya. Begitupun ia sabar dan ridha atas segala cobaan yang terjadi, dan berjauh diri dari sifat pemarah.
Sebagai seorang ibu dan pendidik di atas rumah tangga dan masyarakat yang merupakan pusek jalo kumpulan tali bagi setiap kebaikan dan kejahatan, hendaklah memperlihatkan contoh-contoh yang dapat ditiru dan diteladan oleh lingkungannya, terutama oleh anak-anak di dalam lingkungannya, tentang sifat sabar dan ridha tersebut. Karena ajaran syarak mengatakan, sifat sabar adalah sebagian dari keimanan. Pepatah adat memfatwakan:
Haniang ulu bicaro,
nanang seribu aka,
dek saba bana mandatang.
84