↓Laman ko alah sah
menghilangkan maksud pepatah lah tinggi samak dari kayu, lah tinggi stindieh dari banduah, di tengah masyarakat sehingga kita, ninik-mamak, kembali berfungsi sebagai penghulu-penghulu yang berwibawa untuk selanjutnya mengajak anak-kemenakan melaksanakan pembangunan. Dan akhirnya saya mengharapkan maaf kalau kiranya dalam buku ini ditemukan kekhilafan-kekhilafan dan kalimat yang tidak pada tempatnya.
LEMBAGA KERAPATAN ADAT
ALAM MINANGKABAU SUMBAR
Ketua Pembina/Adat/Syarak
H. Idrus Hakimy Dt. Rajo Penghulu
2