Lompat ke isi

Halaman:Pegangan Penghulu, Bundo Kanduang, dan Pidato Alua Pasambahan Adat di Minangkabau.pdf/120

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

manusia. Mampu menjadikan rumah tangga sorga bagi suaminya.

  • Mengetahui ilmu makanan dan gizi untuk mengatur menu, serta kebersihannya, tepat dikerjakan pada waktunya, mengetahui ilmu kesehatan serta ilmu agama.

3) Capek kaki ringan tangan:

  • Pandai menurak manurawang,tahu menggili mengulindan, mengatur pakaian suami (menurut keperluan, menisik, menambal, dan lain-lain). Pandai memasak untuk tamu dan mengikuti keinginan suami, menjahit yang tidak mengupah, dan lain-lain.
  • Tahu bersolek/make-up yang sesuai dengan waktu, keadaan dan tempat, serta perhitungan kemampuan fisikdan psikis. Mengatur keluar dan masuk uang (berbelanja)serta pembukuan yang mencerminkan hidup yang serba ekonomis (tidak royal).
  • Mengatur terlaksananya program pemerintah rumah tangga bahagia dengan pelaksanaan keluarga berencana (KB) yang disesuaikan dengan mungkin dan patuik, manuruikalua nan luruih dan manampua jalan nan pasa.

4) Mempunyai sifat yang mulia dan menjauhi larangan:

  • Sabar, tenang, hati-hati, hemat dan cermat, ramah tamah, hormat tetapi jiwa besar, budi mulia dan jujur, tidak suka berkata-kata yang kotor, bermalu.
  • Sebagai seorang istri menjadi teman hidup untuk mendampingi suami sebagai daya penggerak dan pendorong dalam mencapai tujuan. Memahami pekerjaan suami begitupun standar kehidupan si suami. Dan untuk hal yang demikian ia perlu melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan, seperti ilmu jiwa masyarakat dan ilmu masyarakat. Sudah barang tentu akan berkecimpung di dalam masyarakat tani, saudagar dan kepegawaian, dan sebagainya.
  • Senantiasa menjauhi sifat-sifat terlarang di dalam paham sebagai gatah caie, iko elok etan katuju, bak cando pimpiang di lereang, ibarat baliang-baliang di puncak bukit, ka mano angin.

98