suka membaca, sopan santun, terutama kepada ibu-bapak, orang tua serta anak-anak. Patuh kepada pemimpin dan orang tua, hormat kepada guru. Jauhi sifat-sifat: Bak katidiang tangga bingkai, bak payuang tabukak kasau, alun diimbau lah datang, alun dijujai alah galak, bak kacang diabuih ciek, bak lonjak labu dibanam, (sombong dan takabur).
e. Bundo kanduang sebagai nan gadang basa batuah
Wanita di Minangkabau sebagai lambang kebanggaan dan kemuliaan yang menjadi pengantara keturunan yang dibesarkan dan dihormati serta diutamakan dan dipelihara, harus memelihara diri serta mendudukkan diri sendiri dengan aturan agama Islam, taat, jujur, mengerjakan rukun Islam, menjauhi segala larangan adat dan agama.
Membedakan secara tajam antara yang halal dan yang haram dalam tingkah dan perbuatan, dalam makanan dan minum, serta perbuatan-perbuatan lahiriah. Pemaaf atas ketelanjuran orang lain, tidak suka bertengkar, khidmat kepada suami, hormat kepada ibu- bapa, sayang kepada anak-anak, patuh kepada mamak dan pimpinan.
Karena tugas pokok membentuk watak manusia dalam melanjutkan keturunan. Sebelum kawin, setelah kawin, dalam menyimpan pranatal, setelah melahirkan, maka itu semua proses mahapenting dan menentukan kepada keturunan yang kemudian disambut oleh tugas-tugas keibuan dan keistrian. Pulai batingkek naiak, maninggakan ruweh dengan buku, mati rimau tingga balang, mati gajah tingga gadiangnyo, mati manusia tingga jasonyo, jo katurunannya yang elok. Padi ditanam padi tumbuah, ladang ditanam lalang tumbuah, jan disisik padi jo hilang.
Wanita dalam lapangan ini harus merebut hati sang suami dengan menunjukkan agar tiap makanan dan perbuatan, tingkah laku, benar-benar mencerminkan kesungguhan secara duniawi dan ukhrawiya dengan segala persoalannya. Dan perlu disadari semua tindakan-tindakan pengabdian kepada mythos natoin dan character building dalam negara yang berdasarkan Pancasila.
Ilmu pengetahuan, sikap-sikap jiwa, kecakapan-kecakapan dan kepandaian perlu diamalkan dan diperluas dengan ilmu-ilmu lain
serta melatih diri sungguh-sungguh dan tekun menurut ketentuan
102