Sumbang Duo Baleh bagi Wanita
Karena wanita (bundo kanduang) memegang peranan penting di dalam kehidupan ini, terutama dalam memberikan arah dan pendidikan kepada generasi penerus, maka seharusnyalah wanita itu menjauhi perilaku sumbang menurut adat Minangkabau. Dan sumbang ini menurut adat bagi seorang wanita adalah dua belas macam, dan untuk laki-laki enam macam. Sumbang bagi wanita adalah:
1. Sumbang duduak
Sumbang menurut adat Minangkabau bagi seorang wanita duduk di tepi jalan tanpa ada yang menemani dan tidak ada keperluan, duduk di tempat laki-laki banyak duduk dan bermain-main, duduk di atas pintu atau kepala tangga sedangkan orang banyak hilir mudik di tempat itu.
Sumbang bagi seorang wanita, terutama yang telah gadis duduk berdekatan sungguh dengan famili yang laki-laki, adik-kakak, mamak-ipar-besan, apalagi dengan laki-laki lain. Dan sumbang bagi wanita duduk menyerupai duduk laki-laki seperti duduk yang tidak sopan, mencangkung, dan sebagainya.
2. Sumbang tagak
Sumbang bagi seorang wanita berdiri di atas tangga, di tepi jalan, di samping jalan tanpa ada keperluan dan maksud yang tertentu untuk suatu kepentingan yang wajar, sumbang berdiri dengan laki-laki lain, begitu pula sumbang berdiri dengan laki-laki walaupun famili seperti di tempat yang lengang dan sunyi gelap.
3. Sumbang diam
Sumbang bagi wanita diam di tempat laki-laki lain, diam tanpa ada yang menemani, terutama yang tua umurnya. Sumbang diam di tempat orang yang telah berkeluarga Sumbang diam di tempat orang yang bukan familinya, apalagi kalau di tempat tersebut tidak ada wanita lain. Jadi tinggal di rumah laki-laki duda.
Sumbang bagi seorang wanita, baik gadis maupun telah bersuami, diam dengan bapak tiri, bapak kandung, di tempat kediaman yang terdiri dari dua orang saja. Apalagi akan lebih sumbang kalau diam sendirian di tempat yang ada laki-laki
108