Lompat ke isi

Halaman:Pegangan Penghulu, Bundo Kanduang, dan Pidato Alua Pasambahan Adat di Minangkabau.pdf/80

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Tak ado kusuik tak salasai,
tak ado karuah nan tak janiah,
tak ado bangkalai nan ta sudah,
tak ado barek tak tapikuah.

Asal:

Tasindorong jajak manurun,
tatukiak jajak mandaki.

Adat jo syarak kok tasusun,
bumi sanang padi manjadi.

Kalau setiap tugas dan sifat penghulu di nagari telah dilaksanakan dengan baik dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab kepada anak-kemenakan dan kepada Tuhan Azza Wajallah, semenjak dari lingkungan anak-kemenakan sampai ke koroang dan kampuang serta nagari. kita penghulu-penghulu ninik-mamak di Minangkabau (Sumbar) telah melaksanakan tugas suci dan murni serta membantu pemerintah dalam segala gerak dan bidang dalam pembangunan sekarang ini.

Dan perlu kita sadari bahwa tegaknya adat sebagai kebudayaan daerah tergantung kepada penghulu-penghulu dan pemangku adat, sebagai pemimpin yang didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. Di tangan kita pula terletak hancurnya nama baik kaum adat (penghulu), begitupun kehancuran adat itu sendiri, kalau kita tidak melaksanakan tugas sebagai penghulu yang baik. Dan hal ini sangat diharapkan oleh pemerintah daerah dalam masa pembangunan sekarang ini dan selanjutnya dalam memelihara hasil pembangunan yang telah kita capai, yaitu seperti kata pepatah:

Bumi sanang padi manjadi,
padi kuniang jaguang maupiah,
taranak bakambang biak,
anak buah sanang santoso,
mamak disambah urang pulo,
ka tapi bagantang urai,
ka tangah bagantang padi

60