Ilmu
Al ilmu Kifiatun sabiatatun filqalbii, artinya yang dikatakan ilmu ialah satu kipiat yang tetap pada hati manusia. Perjalanan ilmu ialah ingatan yang maklum pada syaannya.
Ilmu ada empat:
1. Ilmu petunjuk,
2. Ilmu najwa,
3. Ilmu taqwa,
4. Ilmu rasyid.
Ilmu petunjuk: Ilmu dan pengajaran yang baik disampaikan kepada seseorang pada waktu berhadapan, umpamanya pengajaran dalam pergaulan mengenal budi pekerti, tentang mencapai tujuan masyarakat dalam kesempurnaan hidup seperti ekonomi, pendidikan, pertanian, keamanan, dan sebagainya.
Ilmu najwa: Menceriterakan atau mengajarkan apa-apa yang akan terjadi dalam suatu pekerjaan yang tidak baik. Begitupun menceriterakan atau mengajarkan alam gaib, seperti akan terjadi sesudah mati, hari kiamat, hisab, azab kubur, neraka, dan syurga, dan menceriterakan balasan dan ganjaran tentang kebaikan dan kejahatan yang dibuat oleh manusia di dunia sesudah manusia mati. Ini dinamakan ilmu pertakut agar manusia berbuat kebajikan di dalam kehidupan atas segats yang diperintakan oleh Allah swt., dan rasul-Nya, Nabi Muhammad saw.
Ilmu rasyid Sesuatu yang dilimpahkan Tuhan kepada hati manusia yang bisa memperdapat lahir dan batin, umpamanya ulama-ulama, mursyid, waliyullah, di mana ilmu ini hanya diilhamkan Tuhan kepada orang yang selalu berhampur diri kepada Tuhan yang taat dan shaleh.
Sifat Ilmu Ada Dua
Sifat ilmu di dalam pengetahuan Adat Minangkabau ada dua macam:
1. Ilmu yang dipahamkan dan diamalkan
2. Ilmu yang diperangaikan
Ilmu yang dipahamkan Memakai sopan dan tertibnya, seperti ilmu padao yang makin tunduk , artinya tidak membangga-banggakan ilmu