Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/137

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Syarikat muawadhah adalah syarikat yang telah terjadi demikian, semenjak alam terkembang, umpamanya syarikat sagalo cahayo, antaro cahayo mato jo cahayo lampu, cahayo matohari dan bulan sifatnya sama berfaedah bagi mato, samo bamufaat bagi hati. Mempunyai hubungan hanya tentang cahaya. Dan syarikat ini tidaklah akan menjadi pikik persoalan kita.

Suarikat nan terkayo (maagna) adalah nan titiak sajo bak hujan, nan hinggok sajo bak langau yaitu, syarikat sagalo waris (seperti gelar pusako), harta pusaka di dalam adat. Yang akan kita perbincangkan lebih jauh adalah syarikat yang keempat itu karena syarikat inilah yang, lebih banyak ditemukan dalam masyarakat di Minangkabau, yang sering menimbulkan sengketa antara kaum dengan kaum, antara pemangku adat dengan pemangku adat lainnya. Sengketa soko dan pusako yang tidak jelas persoalannya yang berhubungan dengan waris menurut adat, bisa meningkat menjadi perkara yang sifatnya perdata dan kadang-kadang menimbulkan tindak pidana.

Maka dari itu perlu sekali hal ini diketahui dan dipelajari oleh penghulu ninik-mamak pemangku adat di Minangkabau sebagai orang yang berwenang di dalam adat, sebagai pemimpin kaum, dan sebagai hakim pendamai. Kata pepatah:

Nak urang di kampuang pulai,
Singgah lalu kapato koto,
Di mano kusuik manuah salasai,
Ujuang jo pangka tak basuo,

Alang tukang binaso kayu,
Alang alim rusak agamo,
Alang cadiak binaso adat,
Alang tahu binaso nagari.

112