Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/152

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Yang harus dilaksanaka:
Mamahek manuju barieh,
Mangarek tantangan ukua
Latakkan suatu di tampeknyo,
Badiri penghulu sepakat waris,
Badiri adat sepakat nagari,
Licin balantai kuliek,
Data balantai papan.

Hak dan Milik

Di Minangkabau ada dua hal yang selalu menjadi persoalan yang serius, dan tak kurang persoalan ini mendatangkan sengketa dalam masyarakat, yaitu:

1. Gelar pusako (soko),
2. Harto pusako (pusaka).

Kita telah menerangkan yang berhubungan dengan gelar pusako (soko),
maka sekarang akan kita uraikan yang berhubungan dengan harta
pusaka. Sebagaimana telah kita terangkan, yang disebut harta pusaka itu ialah sawah ladang, ameh perak, kabau dan jawi, dan sebagainya. Dan dalam kata harta pusaka ini akan kita jumpai dua kata-kata hak dan milik.

Hak

Yang disebut hak di dalam adat ialah: Kelengkapan yang cukup, yang takluk kepada barang yang patut menjadi milik. Umpamanya sawah ladang, benda buatan, labuah jo tapian, korong jo kampuang, rumah jo tanggo, balai jo musajiek, dan lain-lain.

Milik

Yang disebut dengan milik ialah: Barang-barang yang diperdapat
dengan jalan salah satu nan ampek:

1. Sebab dek hibbah;
2. Sebab dek cancang latiah, tambang taruko orang tuo;

125