Cara hidup sosial:
Nan ado samo dimakan,
Nan tidak samo dicari,
Hati gajah diagiah balapah ,
Hati tungau diagiah bacacah,
Tarapuang samo hanyuik,
Tarandant saiio basah
Tatilantang samo makan ambun,
Tatungkuik samo makan tanah.
dan sebagainya. Pendeknya menyangkut cara memimpin, dan yang dipimpin, pergaulan, keamanan, ekonomi, kepercayaan dan pendidikan dan sebagainya.
Adat teradat
Peraturan yang dibuat oleh penghulu-penghulu dalam satu nagari atau dalam beberapa nagari untuk mencapai tujuan yang baik dalam masyarakat itu, merupakan peraturan pelaksanaan dari undang-undang pokok adat. Adat ini tidak sama di tiap nagari, tetapi berbeda satu dengan lain. Tetapi yang menyangkut dengan undang-undang pokok adat seluruh Minangkabau adalah sama, seperti kata pepatah:
Adat sapanjang jalan,
Bacupak sapanjang batuang,
Lain lubuak lain ikan,
Lian padang lain balalangnyo,
Lain nagari lain adatnyo.
Yang dimaksud dengan pepatah itu adalah peraturan adat senagari-naga yang dibuat oleh penghulu di nagari tersebut Dt. Perpatih nan Sabatang dan Dt. Katumanggungan adalah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat, tanpa mengubah prinsip dari undang-undang pokok.
Adat istiadat:
Adalah adat kebiasaan dalam satu nagari atau satu golongan, yang berupa kesukaan dari masyarakat itu sendiri, umpamanya bunyi-bunyian, permainan, olah raga dan sebagainya, yang disebut dalam pepatah.