Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/177

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Allah dan Rasul. Cupak duo baleh taia gantang nan kurang duo limo puluah ini di Minangkabau tidak dapat diubah. Kalau diubah akan mendatangkan kekeliruan di tengah-tengah masyarakat anak- kemenakan, umpamanya mengenai gelar pusaka dan harta pusaka telah ada dalam adat (cupak). Begitupun persoalan kenagarian, kehidupan dalam pergaulan, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Semuanya telah diatur di dalam cupak nan duo baleh taie, yang disebut juga barieh jo baleh.

Cupak buatan:

Adalah peraturan pelaksanaan dari cupak nan usali atau dari aturan adat nan sabananyo adat. Peraturan ini dibuat oleh ninik-mamak penghulu penghulu dalam nagari-nagari di Minangkabau, dan terlebih dahulu haruslah melalui permufakatan, baru cupak buatan ini dapat dijalankan. Merabah cupak kurang duo limo puluah akan menggoyahkan sendi ke Imanan dan membaur kepada syirik

Penjelasan:

Cupak usali adalah peraturan-peraturan yang telah kita terima turun- temurun tentang adat Minangkabau yang berhubungan dengan gelar pusaka (suko), harta pusaka, undang-undang pergaulan di Minangkabau, tentang penyelesaian sengketa, soal sosial, keamanan, dan sebagainya, dan peraturan dalam adat yang kita sebut adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, adat nan kawi, syarak nan lazim. Cupak usali itu yang sebenarnya adalah kata kiasan, maksudnya peraturan-peraturan yang asli tentang adat dan syarak, yang tidak dapat ditambah dan dikurangi.

Cupak papek gantang piawai, cupak duo baleh taie gantang kurang duo limo puluah. Cupak duo baleh taia ini disebut juga cupak nan mam ka ateh, anam ka bawah, yakni enam hal yang bersangkutan de- ngan perdana nan enam yang bersangkutan dengan kriminal. Gantang kurang dua lima putluah adalah 20 sifat yang wajib, 20 yang mustahil pada Allah, dan 4 sifat yang wajib pada Rasul, 4 sifat mustahil pada Rasul selungga berjumlah 50 kurang dua, satu harus pada Allah, satu

parta Rasul

146