Perjalanan Adat
Setelah kita mengetahui jenis adat yang empat macam maka perlu pula kita mengetahui pengarahan ajaran adat itu dalam kehidupan sehari-hari. Karena adat yang bertujuan untuk menyusun kehidupan masyarakat yang sempurna itu, dapat kita arahkan kepada sasaran yang tepat untuk kepentingan masyarakat banyak, lebih-lebih oleh pimpinan yang disebut penghulu di Minangkabau. Dengan demikian kita akan mengetahui dan meyakini, hendak ke mana kita dengan ajaran adat Minangkabau, dan apakah tujuan dari adat itu.
Perjalanan adat (objek adat itu dalam masyarakat) ada delapan macam:
Adat bajanjang naiak batanggo turun,
Adat babarieh babalabeh,
Adat bacupak bagantang,
Adat batiru batuiadan,
Adat bajokek badukalo,
Adat nan banazar,
Adat bapikia,
Adat nan bakandak suatu ateh sifatnyo nan nyato.
Adat bajanjang naeik batanggo turun: Tumbuah di dalam karong jo
kampuang, salingkuang koto jo nagari, yaitu kok babilang dari aso,
mangaji dari aliah, naiak dari janjang nan di bawah turun dari tanggo
nan di ateh. Kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka panghulu,
panghulu barajo ka mufakat, mufakat barajo ka nan bana, bana badiri
sandirinyo. Artinya adalah bertujuan untuk seseorang yang bertugas
sebagai pemimpin dalam masyarakat seperti penghulu. Seorang
penghulu/pemimpin akan sukses dalam pimpinannya apabila
penghulu ity benar-benar merasakan denyutan lahir dan batin moril
dan materil. Seorang mamak, atasan dari kemenakan, tidak akan
mempunyai wibawa terhadap bawahannya, apabila si mamak tidak
dapat mematuhi pimpinan seorang penghulu. Begitupun seorang
penghulu tidak akan berhasil dalam pimpinannya, apabila penghulu
itu tidak berbuat dan bertindak dalam garis-garis kebenaran dan
kebaikan yang telah dicapai dan diperoleh dengan kata mufakat dalam
kaumnya, Seterusnya kata mufakat tidak akan dapat dijalankan apabila
149