walaupun secara garis besarnya, serta mengetahui tentang cupak yang telah kita terangkan dalam sifat cupak yang empat macam.
Sifat Hakim
Sifat hakim ada empat macam:
- Menerima dakwa dari si Muda'i,
- Menghendaki jawaban dari terdakwa,
- Menentukan beberapa ketentuan dalam mencapai penyelesaian, umpamanya meminta saksi, keterangan dan lain-lain.
- Menghukum.
Hakim mempunyai tugas dalam satu perkara menurut adat Minangkabau, ialah menerima dakwa dari seseorang. Hal ini di dalam adat adalah sebagai berikut:
Hakim dicetokan,
Palakoto ditagakkan,
Namuah batando,
Namuah bakato,
Batai bairiek, batampuak bajinjiang.
Setelah disampaikan pengaduan tentang suatu sengketa oleh muda'i (si pendakwa) kepada Ketua Adat, maka Ketua Kerapatan Adat mengundang seluruh anggota Kerapatan. Kemudian dipilihlah siapa yang akan menjadi hakim dalam perkara itu: Hakim Ketua dan Hakim Anggota, dan dibolehkan mempunyai jurutulis (lebih baik). Tentu saja dipilih orang (Penghulu-penghulu) yang mempunyai sifat hakim yang empat macam. Kemudian hakim minta kepada yang berangkutan sesudah kedua belah pihak dipanggil, siapakah yang akan melaksanakan dakwa, begitupun yang akan menjawab dalam perkara yang diajukan.
Setelah ditentukan orang-orang dari kedua belah pihak, maka hakim menyampaikan ketentuan yang berlaku dalam suatu nagari tentang sidang dalam adat. Umpamanya: tando, biasanya benda se- perti keris, emas dan sebagainya melihat nilai benda yang
dipersengketakan.
167