Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/200

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah
  1. Dari hadits, kata Rasul telah kita terangkan terdahulu;
  2. Dari kato pusako, cukup jelas dan terang;
  3. Dari kato mufakat, cukup jelas dan terang.

Terbit kebenaran:

  1. Pikie palito hati,
  2. Nanang hulu bicaro,
  3. Haniang saribu aka,
  4. Dek saba bana mandatang.

Penjauhkan kebenaran:

  1. Karano takut dan malu,
  2. Karano kasiah sarato sayang,
  3. Dek labo karano rugi,
  4. Dek puji sarato sanjuang.

Penghilangkan kebenaran:

  1. Dek banyak kato-kato,
  2. Dek kurenah kato-kato,
  3. Dek simanieh kato,
  4. Dek lengkeh kato-kato.
  5. Kesimpulan: Hendaklah diketahui benar-benar oleh ninik-mamak yang akan menjadi hakim atau ditunjuk oleh Kerapatan Adat, agar mengingat sebab-sebab yang menghilangkan kebenaran yang empat macam itu. Begitupun selalu berhati-hati kepada penyebab jauhnya kebenaran dari seseorang sehingga tidak dapat melaksanakan tugas sebagai seorang hakim yang seharusnya menurut adat dan agama orang yang selalu dan wajib berlaku adil. Peringatan: Seorang hakim haruslah lebih meyakini bahwa di samping dia menjadi hakim di dunia ini, nanti di akhirat akan dihukum pula oleh Allah swt. Kata syarak: Fattaqu yauman latajzi natsun 'an naf-in syaia wala tukbalu minha syafa'ah walahum yunshorum.

    169