Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/43

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah
    yang bermuara kembali di Batang Ombilin, terus ke hilirnya yang disebut sehiliran Batanghari sampai ke daerah Kuantan.
  • Sampai ke ombak nan badabua, artinya ke lautan Hindia.
  • Sailiran Batang Sakilang, artinya daerah yang terletak di pinggir Batang Sikilang,
  • Hinggo lawik nan sadidih, artinya daerah Samudera Hindia yang bersambung dengan Selat Madagaskar.
  • Ka timua ranah Aia Bangih, artinya Air Bangis daerah ke timurnya, seperti Paraman Ampalu silaping, Cubadak, Sontang, Simpang tonang.
  • Gunuang Mahalintang, artinya daerah perbatasan Tapanuli bagian selatan.
  • Rao jo Mapa Tungguah, artinya daerah sekitar Rao yang berbatasan dengan Sumatera bagian Timur dan selatan.
  • Pasisia Banda Sapuluah, artinya daerah sepanjang pantai barat/tengah Pulau Sumatera.
  • Taratak Aia Itam, artinya di sekitar Silawik jo Lunang.
  • Sampai ka Tanjuang Simalidu, artinya daerah sebuah tanjung yang menjorok jauh ke dalam daerah Jambi, karena aliran sungainya yang sekarang juga disebut Tanjung Simalidu.

Minangkabau Terdiri atas Tiga Bagian

  1. Darek (daerah dataran tinggi) yang dilambangkan oleh tiga buah gunung, yaitu: Marapi, Sago, dan Singgalang, yaitu disebut di dalam Adat Bak tali tigo sapilinan, tungku nan tigo sajarangan.
  2. Pasisia, yaitu daerah yang berada sepanjang pantai bagian barat/tengah Pulau Sumatera yang dimulai dari perbatasan daerah Bengkulu sekarang (Muko-Muko), sampai perbatasan Tapanuli bagian selatan.
  3. Rantau, yaitu daerah tempat aliran sungai dan bermuara ke sebelah timur yang berbatasan dengan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Bahkan, sampai ke Malaysia yang disebut Rantau nan Sambilan (Negeri Sembilan).

20