yaitu adat Minangkabau. Nan baniniak ka Pagaruyuang, nan badatuak ka Payo Kumbuah, Sapiah Balahan Limo Puluah Koto, baitupun sapiah balahan Agam jo Tanah Data, nan disabuikkand alam adat, panjang nan bakaratan, dadang nan bakabuangan, laweh nan basibiran.
Bahkan Adat Minangkabau kebudayaannya sampai ke rantau seberang Tanah Malaka (Malaysia) yang disebut "Negeri Sembilan". Ke selatan pengaruh adat Minangkabau masuk ke bagian daerah Jambi sekarang yang disebut "Pucuak Jambi Sambilan Lurah", dan ke utara pengaruhnya sampai ke Barus dan Natas serta Aceh bagian barat. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa daerah Minangkabau sebagai teritorial kultur Minangkabau meliputi hampir tiga propinsi yakni Propinsi Sumatera Barat, sebagain dari Propinsi Jambi, dan Propinsi Riau bagian daratan.
Minangkabau Alamnya Indah
Merupakan rahmat Allah dengan nikmat alamnya yang indah dan menarik wisatawan asing datang ke Sumatera Barat/Minangkabau, terutama sekali untuk melihat dari dekat tentang adatnya yang masyhur dengan sistem matrilinial yang masih murni dan masih kuat serta utuh. Terutama di Indonesia adalah satu-satunya kebudayaan daerah yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional yang mempunyai sistem keibuan, yaitu tali keturunan ditarik menurut garis ibu. Artinya setiap anak yang dilahirkan, laki-laki maupun peremuan, akan bersuku dengan suku ibunya.
Di dalam adat Minangkabau telah merupakan ungkapan-ungkapan yang dijadikan kententuan dalam kehidupan masyarakat, terutama untuk mencintai "Tumpah Darah", yakni nagari-nya terletak dalam wilayah Indonesia. Dan selalu bangga dengan keindahan alamnya yang indah seta mempunyai kekayaan yang terletak pada hutan, bumi, dan lautannya yang harus dimanfaatkan dengan jalan melakukan pembangunan dalam segala bidang, demi tercapainya ekonomi yang stabil dalam masyarakat seperti ketentuan adat yang mengatakan:
"Elok ranahnyo Minangkabau, rupo karambia tinggi-tinggi cando pinangnyo lingguyaran, rupo rampuiknya ganti-gantian, Gunung Marapi jo Singgalang, Tandikat jo Gunuang Sago, Pasaman jo Gunuang Talang. Nan bagumuang babukik-bukik, nan bahutan barimbo
23