SEPATAH KATA
Motto:
Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa, sebelum mereka berusaha ke arah itu. (Quran)
Dima kain ka baju, lah digunting indak sadang, alah ta kanak mangko diungkai.
Dima nagari kumaju, adat sejati nan lah bilang, dahan jo ranting nan dipakai.
Alhamdulillah, buku Adat Alam Minangkabau ini telah dapat saya susun dalam keadaan yang sederhana sekali. Selama dua tahun saya berpidato di RRI Padang dalam bidang “Adat Minangkabau’, maka Sekretariat LKAAM Sumbar mengharapkan kepada saya agar dapat menyusun sebuah buku pengetahuan adat alam Minangkabau yang agak lengkap, sebagai pegangan dan pedoman dalam penggalian kembali adat alam Minangkabau yang esensial sebagai sumbangan dalam pembinaan hukum nasional dewasa ini.
Dengan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa, dan bantuan dari Sekretariat LKAAM Sumbar dan seluruh ahli adat dan cerdik pandainya, muncullah buku ini ke tengah-tengah masyarakat Minangkabau, walaupun buku ini dalam bentuk yang secerhana sekali. Calak-calak ka ganti asah, mananti-nanti tukang tibo.
Dalam penyusunan buku ini saya mengharapkan kepada ahli-ahli adat, alim ulama, cerdik pandai di Minangkabau, tegur sapa dalam seluruh bentuknya yang baik. Kok singkek bauleih, kok tapanjang bakarek, dan semoga usaha ini ada faidahnya untuk pembangunan nasional. Dan merupakan stimulans bagi cerdik pandai untuk menciptakan pengetahuan adat alam Minangkabau yang paling lengkap, dan sempurna adanya.