Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/78

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Bab V
Kepemimpinan Penghulu di
Dalam Adat


Satinggi-tinggi malantiang,
Mambubuang ka awang-awang,
Suruiknyo ka tanah juo.
Sahabih dahan jo rantiang,
Dikubak dikuliek batang,
Tareh panguba barunyo nyato.

Kita telah memahami, begitupun para pembaca, terutama niniak- mamak pemangku adat (penghulu) sebagai pemimpin dalam kaum anak-kemenakannya menurut sepanjang adat, tentang adat Minangkabau, baik melalui siaran radio maupun dalam surat-surat kabar, bahwa adat Minangkabau itu bukanlah mengandung ajaran-ajaran yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Tetapi sebenarnya adat Minangkabau itu supel dan dinamis, bisa mengikuti setiap perkembangan, asal saja bertujuan untuk kebaikan, dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

Sekarang, untuk menjelaskan liku-liku adat Minangkabau, marilah kita teruskan dengan pengetahuan yang berhubungan dengan kepenghuluan (ninik-mamak) di Minangkabau. Karena penghulu adalah orang yang memegang peranan di dalam adat Minangkabau semenjak dahulu kalau sampai sekarang, yakni semenjak zaman Dt. Parpatieh nan Sabatang dan Dt. Katumanggungan. Sejak masa itu penghulu-penghulu di Minangkabau adalah pemimpin di dalam kaumnya yang selalu berusaha untuk kepentingan anak kemenakan

55