Martabat Penghulu
Martabat penghulu ada enam macam:
- Ingek dan jago pada adat.
- Berilmu, berpaham, ujud serta yakin, tawakal kepada Allah.
- Kayo dan miskin pada hati dan kebenaran.
- Maha dan murah pado laku dan perangai yang berpatutan.
- Hemat dan cermat, mangana awa dan akhia.
- Sabar dan redha, mamakai siddik dan tabalig, berani karano bana.
Martabat ini di dalam adat adalah untuk menjaga prestise seorang penghulu dalam memimpin anak-kemenakan, begitupun dalam pergaulan sehari-hari, sehingga seorang yang telah diangkat menjadi penghulu, menjadi contoh dan tauladan bagi anak-kemenakan dan orang banyak. Maka dengan menjaga prestise tersebut seorang penghulu menjadi pemimpin yang berwibawa dan disegani.
1. Ingek dan jago pada adat: Seorang penghulu (pemimpin) selalu ingat kepada dirinya bahwa dia diangkat oleh anak-kemenakan dan dibesarkan oleh masyarakat; adalah petugas adat nan kewi, selalu mendapat sorotan dari masyarakat, baik atau buruk.
Kayu gadang di tangah koto,
Tinggi nan tampak jauah,
Dakek joloang basuo,
Tampek maniru manuladan.
Dengan demikian setiap gerak-gerik dan perilakunya mencerminkan gerak dan perilaku yang dapat dicontoh dan ditauladan oleh masyarakat. Dan seorang penghulu selalu menjaga nama baiknya sebagai pemimpin adat.
Ingek dan jago pado adat,
Ingek di adat nan karusak,
Jago lumbago nan jan sumbiang,
Urang ingek pantang takicual,
Urang jago pantang kamaliangan,
Ingek ingek sabalun kanai,
Kok malantai sabalun lapauk,
Kalau maminteh sabalun anyuik.
62