Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/87

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Murah kato takatokan,
Sulik kato jo timbangan.

Gadanglah aia di Sitingkai,
Gadang nan sampai ka Ulakan,
Nan sabuhua jangan diungkai,
Nan rumiek usah dikatokan.

Bamarifat, artinya tahu kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan segala perintah Allah dan rasul, dan meninggalkan segala larangannya. Dan sekali-kali jangan ada perbuatan seorang penghulu yang bertentangan dengan kehendak perintah Allah dan rasul yang telah dicantumkan dalam ayat suci Alquran.

Kasudahan adat ka baliruang.
Kasudahan dunia ka akhirat.

Kullu nafsin zaigatul maut, artinya setiap yang bernyawa akan merasa sakit dan mati (Alquran).

Ujud dan yakin, artinya meyakini ujud Tuhan, dan meyakini setiap usaha yang akan dihadapi dalam masyarakat. Sehingga tidak mempunyai sifat ragu dalam pimpinan dan tindakan, karena terlebih dahulu telah dilengkapi dengan pengetahuan adat, agama, dan lain-lain.

Tawakal pado Allah, artinya selalu berserah diri pada yang Maha Esa, karena Dialah tempat manusia berserah diri. Apalagi kalau tim- bul suatu kesulitan dalam masyarakat anak-kemenakan, baik mengenai sengketa maupun mengenai hal-hal lainnya. Hendaklah kita beru- saha dengan keyakinan, karena usaha tanpa keyakinan akan gagal, dan keyakinan tanpa ada usaha juga tidak akan berhasil. Hendaklah melakukan setiap pekerjaan dalam masyarakat dengan penuh keyakinan, dan meninggalkan sifat ragu-ragu dan kurang konsekuen.

Pepatah mengatakan:

Manganak sahabieh gauang,
Kok mahatvai sahabiel raso,
Ikhtiar mamilia,
Untuang manyudahi.

Wa'allah fallanwali mukminun, artinya kepada Allah tempat berserah dari orang yang beriman. 64