Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/88

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

3. Kayo dan miskin pada hati dan kebenaran: Penghulu itu adalah orang yang kaya hati, yakni rendah hati, ramah-tamah terhadap sesamanya dan terhadap anak-kemenakan yang dipimpinnya, sabar, selalu berpikir dengan kepala yang dingin dan dada yang lapang.

Kaya pada kebenaran. Tempat anak-kemenakan dan orang lain meminta nasihat dan petunjuk yang baik, pemurah dan suka turun ta- ngan dalam menyelesaikan sesuatu yang terjadi dalam masyarakat. Jujur dan ikhlas dalam tugas yang dihadapi.

Miskin hati dan kebenaran. Seorang penghulu tahu akan harga diri- nya, tegas dan bijaksana. Kebenaran dalam suatu pendirian dan pen- dapat yang tidak dapat ditawar-tawar, kata pepatah:

Payokumbuah baladang kuniek,
Dibao nak urang ka Kuantan,
Indah namuah kuniang dek kuniek,
Bapantang lamak dek santan.

4. Maha dan murah pado laku dan parangai yang berpatutan: Dalam pergaulan sehari-hari, tingkah laku dan perangai dalam masyarakat, ada waktu mahal dan ada waktu murah, meletakkan sesuatu di tempatnya, melihat situasi dan kondisi, tempat dan keadaan. Mahal, dengan arti kebenaran yang tidak bisa ditawar-tawar. Murah, ialah sewaktu-waktu bisa bergaul dan berkelakar dengan seluruh lapisan anak-kemenakan.

Bajalan surang tak dahulu,
Bajalan baduo tak di tangalı,
Hemat dan cermat dio selalu,
Martabat nan anam dipakaikan.

Kullu syaiin bimaqamin, tiap-tiap sesuatu terletak pada tempatnya.

5. Hemat dan cermat, mangana awa dan akhia. Sangat hati-hati dan teliti dalam suatu tindakan, dalam segala pekerjaan yang akan dilakukan, begitupun putusan yang akan diambil dalam masyarakat. Setiap keputusan yang diambil dengan kata sepakat, tidak saja menguntungkan kepada orang lain, juga sanggup dan dapat dilaksanakan oleh seorang penghulu. Memikirkan sebab dan akibat sesuatu, atau latar belakang dari suatu tindakan dan putusan yang

dibikin. Kata pepatah:

65