Adat taluak timbunan kapa,
Adat gunuang timbunan kabuik,
Adat bukiek timbunan angin,
Adat pemimpin tahan upek.
Kesimpulan
Seseorang yang telah diangkat menjadi penghulu di Minangkabau, hendaknya selalu menjaga prestise sebagai pemimpin dan selalu meneliti setiap tindak-tanduk dan perilakunya, sehingga tidak terjadi tingkah laku dan perangai yang akan merusak nama baik kepenghuluan kita. Pepatah:
Budi jan tajua
paham jan tagadai.
Sifat-sifat Penghulu seorang penghulu di Minangkabau bertugas untuk memelihara anak-kemenakannya lahir dan bathin, moril dan materil, dunia-akhirat, maka seorang penghulu harusnya melengkapi diri dengan sifat-sifat seorang penghulu (pemimpin), yakni sifat yang baik dan terpuji, karena penghulu adalah ikutan, seumpama Nabi Muhammad dalam kaum anak kemenakannya. Karena seorang penghulu (pemimpin) akan mempertanggungjawabkan setiap pimpinanya kepada Allah dan masyarakat, maka sifat-sifat penghulu itu adalah empat macam:
1. Siddiq artinya penghulu itu bersifat benar. 2. Amanah artinya penghulu dipercayai lahir bathin. 3. Fathanah artinya penghulu itu cerdas (cadiak). 4. Tablig artinya penghulu itu menyampaikan.
1. Siddiq: Seorang penghulu (pemimpin) yang telah diangkat oleh masyarakat anak-kemenakan, haruslah bersifat bernur, tidak bersifat dusta, karena kepadanya diserahkan segala persoalan masyarakat anak kemenakan, baik mental maupun spiritual untuk mengurus dan memimpinnya. Kalau seorang penghulu tidak bersifat benar tetapi pendusta, maka hancurlah masyarakat anak-kemenakan, kemakmuran akan menjauh, kebenaran dan keadilan sukar ditegakkan, Karena akan
67