terjadilah disebabkan tindakan seseorang yang tidak benar, perbuatan dan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan agama dan adat serta Pancasila. Dan sudah pasti penghulu yang tidak benar tidak akan mencapai hasil yang diharapkan oleh masyarakat anakkemenakan. Karena penghulu yang tidak memakai sifat siddiq (benar) sudah pasti akan mempergunakan pimpinannya di dalam adat untuk kepentingan dirinya sendiri, dan dia akan melaksanakan adat itu semau hatinya. Maka dari itu, penghulu hendaklah bersifat benar, memperjuangkan kebenaran. Pepatah mengatakan:
Bajalan laruieh, bakato bana,
Jalan luruieh aluah tarantang,
Luruiehnyo manahan liliak,
Balabeh manahan cubo.
Basilang tombak dalam parang,
Baribu batu panaruangan,
Pariek tabantang manghalangi,
Talagak paga nan kokoh,
Badindiang sampai kalangiek,
Namun nan bana dianjak tidak,
Qul haqqa walau kana murra, artinya katakanlah yang benar itu walau pahit sekalipun (Alhadits).
2. Amanah: Dipercayai lahir dan bathin. Seorang penghulu hendaklah bersifat jujur, lurus dan benar, tidak penipu, lain di mulut lain di hati. Jangan hendaknya sifat penghulu itu dalam tindakannya sehari-hari merugikan kepada anak-kemenakan dan masyarakat, sesuai dengan pakaian seorang yang penghulu tidak mempunyai kantung (saku). Seorang penghulu (pemimpin) tidak mengenal korupsi, mengore keuntungan dari anak-kemenakan dan orang lain untuk kepentingan pribadinya, serta kata pepatah:
Pangguntiang dalant lipatan
Penubuak kawan sabiriang
Palakak kuciang di dapua
Monahan jerek di pintu
68