Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/92

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Mancari dama ka bawah rumah
Pamapeh dalam balango
Badompek di saku urang
Indak mancari ameh hala
Indak membezokan hal haram
Indak taku mudarat jo mufaat
Lain di muluik lain di hati
Papek di lua runciang di dalam

Hendaklah penghulu itu sesuai kata dengan perbuatan (dedication of life). Syarak pun mengatakan: Kabura maqtan indallah anta qulu mala taf’alun, artinya amat besar dosanya orang yang apa-apa yang dikatakannya dia sendiri tidak pernah memperbuatnya.

3. Fathanah: Seorang penghulu adalah cerdas (cerdik). Jangan orang yang akan diangkat menjadi penghulu itu orang yang bodoh. Tentu Saja kecerdasan ini dapat dimiliki seseora%g dengan menuntut ilmu pengetahuan, baik ilmu agama (syarak), ilmu pengetahuan tentang seluk-beluk adat Minangkabau, ilmu pengetahuan umum, yang dapat dipergunakan untuk memimpin. masyarakat anak-kemenakan ke arah mencapai kemakmuran lahir dan bathin. Dan harus mempunyai kecerdgsan dalam memimpin masyarakat serta berpengetahuan tentang masyarakat itu (psikologi massa), sehingse dengan pengetahuan dan kecerdasan yang dimilikinya itu, seorang penghulu sanggup Menjalankan tugasnya sebagai tigas scorang penghulu yang sangat unik dan berat, dan seharusnyalah Seorang yang selalu siap dan militan.

Kalau seorang penghulu itu orang yang tidak cerdik, dungu, atau bodoh, sudah barang tentu yang dimaksud dengan tujuan kepemimpinan seorang penghulu di dalam adat, tidak akan bisa tercapai oleh masyarakat anak-kemenakan yang, dipimpinnya. Kemakmuran akan menjauh, apalagi untuk menegakkan kebenaran dan keaditan, maka akan rusaklah nama baik penghulu secata umum. Oleh karenanya adat yang dipimpinnya akan mengalami kehancuran dan kemunduran dalam segala lapangan. Kata pepatah:

Alang cadiak binaso adat,
Alang alim rusak agama,
Alang tukang binaso kayu.

69