Lompat ke isi

Halaman:Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau.pdf/94

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

umpamanya: tidak adil, pendusta, pembohong, mengubah kebenaran, memungkiri janji, tidak jujur dalam tingkah laku dan perbuatan, tidak tahu-menahu tentang anak-kemenakannya, atau masa bodoh dalam segala persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya. Begitupun bersifat sombong, takabur, tinggi hati, kasar dalam perkataan, dan sifat-sifat tercela lainnya yang akan merendahkan nama baik dan martabat seorang penghulu yang dikehendaki oleh adat Minangkabau yang sejati. Budi dalam bicaro haluich. Budi jan tajua, paham jan tagadai.

Cerdik Dalam sifat-sifat penghulu yang telah kita sebut, seorang penghulu hendaknya bersifat cerdas (cerdik). Tahu mudharat jo mufakat, tahu kapado buruak dan baiak, kapado labo dengan rugi, hala dengan haram. Dalam pengetahuan adat Minangkabau disebut yang dikatakan cerdik itu adalah: Orang yang memelihara harto jo agamo dan anak kemenakannyo (kaumnya). Silahuddini wal mal."

Penjelasan:

Harta adalah suatu syai yang memberi lazat/kesenangan kepada hati manusia yang menyampaikan seseorang kepada yang dihajati. Seumpama sawah jo ladang, rumah, ternak, emas dan perak, dan lain-lain. Hal tersebut adalah alat-alat untuk sampainya manusia kepada sesuatu yang dicita-citakannya.

Di dalam agama terkandung:

1. Iman,

2. Islam,

3. Tauhid,

4. Makrifat.

Iman ialah percaya akan rukun Iman yang enam dalam agama kita, Islam.
1. Percaya akan Allah;
2. Percaya akan rasul-Nya;
3. Percaya akan malaikat-Nya;

4. Percaya kepada kitab-kitab suci, seperti Alquranulkariem dan lainnya;

71