Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/108

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

PESTA BESAR

Karena ditakdirkan Allah, ditimbang Sutan Samparano, sudah dicari-cari hari, sudah dihitung pekan dan bulan, sampailah tiga bulan lamanya, sudah datang janji mandeh kandung, dengan Tuanku Bijaksano, sesuai ukuran dan jangkarnya, berkatalah Sutan Samparano.

“Manalah Mandeh kandung denai, dalam pikiran denai sendiri, sudah patut Mandeh bergegas, berangsur-angsur dan berkemas.”

Menjawab Siti Juhari, “Kalau begitu kata anak, denai tidak lupa tentang itu, semua sudah mandeh siapkan, jika sudah datang waktunya, tidak susah menyelenggarakan, hanya satu yang denai maksud, menurut sepanjang adat, anak kandung sudah besar, sudah harus berpakaian, sudah patut jadi penghulu.

Sementara denai masih hidup, Buyuang dijadikan penghulu, sama berhelat sekalian, bersama Siti Budiman, dilangsungkan keduanya, adat yang sama kita pakai.

Saat sekarang ini juga, panggillah ninik mamak kita, panggilah penghulu di nagari, serta orang empat jenis, imam-katib-bilalmaulana, serta anak kemenakan, laki-laki dan perempuan, panggil semua yang patut, seorang pun tidak boleh tinggal.

97