Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/116

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

Kata ada itu empat perkara, Pertama tahu pada diri Kedua tahu pada orang Ketiga tahu pada alam Keempat tahu pada Tuhan Sedangkan tentang paham kata, empat pula perkaranya, Pertama waktu bunga kembang Kedua waktu angin lembut Ketiga waktu antaranya Keempat waktu tempat tumbuh Yang delapan mandeh pecah, terkunci dalam dua tempat, kalau tersangkut di tempat tinggi, kalau terletak pada yang besar, kalau hemat anak menyimpannya, akan selamat di atas dunia, lalu sampai ke akhirat, insya Allah tidak binasa. Mendengar kata seperti itu, menjawab Datuak Naraco, “Manalah Mandeh Kandung ambo, tentang petuah Mandeh itu, kalau ucapan sudah ambo dengar, kalau rupa sudah ambo lihat, agar berhujung dan berpangkal, agar berawal dan berakhir, terangkanlah oleh Mandeh.” Menjawab Siti Juhari, “Manalah Anak Kandung denai, caricarilah maknanya, timbang-timbanglah artinya, himpunlah alam seisinya, mufakat diri sendiri, kalau ada di dalam pikiran, besar sekali manfaatnya, tempatnya akan denai katakan. Dengarlah oleh anak kandung, tentang yang delapan tersebut. Hari sehari dipertiga, malam semalam diperempat, tolong jawablah dengan ilmu, agar denai uji kepandaian, jangan hanya belajar yang mudah, lebih baik diajar yang sulit, cobalah bermenung sungguh-sungguh, meminta kepada Allah. Kalau belum seperti itu, lebih baik diajar Mandeh juga, seperti mandi di dalam cupak, daki banyak air pun habis, kemana anak akan

105