Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/118

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

bertenggang? Mandeh mati bapaklah mati, badan menjadi pangka tuo8, sudah kalah di bawah pisang, eloklah anak dipermalukan.

Mendengar kata seperti itu, menjawab Datuak Naraco, “Kalau begitu kata Mandeh, biar denai mencoba-coba, dengarkan pula oleh Mandeh, pada pikiran denai sendir, arti“tahu pada diri”, ‘mencatirasa dan periksa, mengajisakit dan senang, kalausakit pada kita, begitu juga pada orang, kalau senang pada kta, tentulah senang pada orang, segala sesuatu yang terjadi,rasakan dahulu pada dir.

Arti**tahu pada orang”, dilhat ragam kurenahnya, seperti ‘orang pemancing, lain ikan lain umpannya,

‘Arti*“tahu pada alam”. Alam yang bermacam-macam, ada hitam ada yang putih, ada tinggi ada rendah, tidak boleh kita samakan.

Arti tahu pada Tuhan, ketahui zat dan sifatnya, dikaji sifat yang dua puluh, dibedakan jaiz mustahiz, serta yang wajib pada Allah.

Paham yang empat Mandeh katakan, arti “waktu bunga kambang,” kalau bicara djalankan, akal dan budiakan tumbuh, dihat ‘orang suka rang, kalau tidak lah begitu, jarang maksud yang sampai.

Arti waktu angin lunak. Waktu sunyi dengan senang, tidak ingin apa-apa, senang mendapat akal budi.

Arti“waktu antaranya,” antara tinggi dengan rendah, antara‘suka dengan duka, antara lapar dengan kenyang, disitu paham‘makanya dapat.

Arti waktu tempat tumbuh, tidak diukur dijangkarkan, tidak kehendak hati, dimana tumbuh disiangi, dimana ada kita timbang, tumbuh dialur dturuti, tumbuh diadat kita pakai, atau kejadian yang mendatang, baikpun perkataan yang datang, patut jawab disahuti.

'5) dituokan

107