Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/126

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

Sepanjang kata yang dahulu, hari sehari dipertiga, malam semalam diperempat. Seperti itu mandeh katakan: himpunkan bumi dan langit, biar alam semesta menjadi kucut.

Hari sehari dipertiga. Pertama, “mengisi hawa nafsu”: minum makan pengobat lapar, agar kuat sendi tulang. Apa pun maksud hati, agar Yang Kuasa menyampaikan.

Kedua, “kerja berusaha”: mencari penghidupan sambil mengusap keringat buruk, agar elok adat kita pakai, agar santun batang tubuh diri.

Ketiga, “perintah memerintah”: di dalam korong dan kampung, atau di dalam yang sepayung, baik di dalam yang seinduk, agar terpakai sifat diri.

Malam semalam diperempat. Pertama, menjaga ucapan, memikirkan sesuatu menurut yang patut, timbang-menimbang kebenaran yang beribu dan beratus.

Keempat, “mengenal Tuhan kita”: mengingat Allah dan Rasul beserta hakikat-Nya. Ketika hidup, itulah yang akan dipakai; jika mati, itulah yang akan ditumpang.

Dengarkanlah, wahai anak kandung, sebab begitu kata mandeh. Akhirnya adat ke balerong, akhirnya dunia ke akhirat. Pakaikan rukun yang lima, bernama Rukun Islam, tandanya kita beragama. Namun, bernama hamba Allah, hidup manusia beragama; hidup binatang bernafsu saja kalau hanya seperti itu.

Tetapi, jika umur panjang, kalau anak punya keturunan, ingat pesan orang tua. Jangan dinanti sampai luluh; lantai dahulu kokoh-kokoh, asuh yang usah ditinggalkan.

Andai punya anak perempuan, ajar mengaji dan menyurat, tahu menyulam menerawang, tahu dengan alat menenun, tahu dipakan rebah tagak, arif bijaksana dipakainya, tahu yang masak dan yang mentah, tahu dengan yang hambar ataupun masin. Kalau tidak demikian, besarlah sesal kemudian hari.