CELAKA MUDA DAN CELAKA TUA
Adalah pada suatu hari, Siti Juhari hendak memanggil, kepada anaknya yang berdua.
“Manalah Datuk Naraco, serta si Upik Siti Budiman, darah segumpal mandeh kandung, kemarilah kalian berdua, agar kalian mengerti, agar kalian paham, agar kalian dapat memahami, akan denai kaji celaka muda.
Jika ada umur panjang, kalau sampai kalian tua, ajarkan kepada anak cucu, atau kepada orang kampung, atau kepada orang semenda, akan ganti sirih yang sekapur, keganti pinang yang segigit.
Kalau banyak minta tolong, banyak menyuruh menyeraya, jemput itu belikan itu, ganti pembalasan balas guna. Kini dimulai dari mengaji, simaklah oleh kalian, pilih betul habis-habis, celaka muda denai katakan, adalah tiga perkaranya.
Pertama bernama muda perisau
Kedua bernama muda pengusau
Ketiga bernama muda lengkisau
Adapun arti “muda perisau”, siang malam berhati rindu, sore-sore berhati rembang, belum dihimbau sudah berbunyi, belum
121