Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/136

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

tua yang celaka, sebab tidak punya imu.

Arti‘damuik badak jantan,’ yang tidak tahu di duri, kulit gores jangatnya luka, namun lenggok seperti itu juga, bak kerbau jalang keras hidung, suka menarik talinya, tidaklah tahu dengan kandangnya, seperti ilmu tukang rebab, tidak boleh berkata awak, hanya ingin dia sendiri, tidaklah boleh disalahi, itulah tua yang celaka, sebab miskin pada budi. Arti riang-riang asam, bak rawa yang luas, paham bak tabung seruas, kalau dapat membawakan, taruh betul seperti ketiding, kalau tak elok awalnya, tergores seperti padi.

Siapa yag pandai mengopok. diuji bermuka-muka, barang siapa tak menurut, berapa umpat di belakang, sampai dicacat dihinakan, buruk di sana aib di sana, setan berjuntai di lidahnya, gelak iblis menolongi, itulah tua yang celaka, sebab tidak sayang ke agama.

Kemudian dari pada itu, dengarkan pula anak kandung, sifat manusia di dunia ini, adalah dua perkaranya,

Pertama sifat kebencian
Kedua sifat kesayangan

Adapun sifat kebencian, akan denai ajarkan agak sepuluh.

Elok bahasa tidak ingin
Baik budi tidak menentu
Besar senduk tidak membawa
Besar rancak tidak lalu
Elok tungkus tidak berisi
Besar agak tidak menyampai
Besar mulut tidak bermalu
Besar letus tidak berasap
Gadang lautan tidak berisi

Oi anak kandung sibiran tulang, kalau terpakai salah satu,

125