yang bernama sifat kebencian, tertawa orang di tempat kelam, geli telinga orang banyak.
Adapun sifat kesayangan, sepuluh pula pekaranya. Pertama pandai menyamakan manusia, tidak berlebih tidak berkurang. Kedua pandai memelihara, menyangkut hati manusia, ketiga pandai melebihkan kawannya, serta takut dengan malu, keempat pandai merendahkan hati, mulut manis bahasa pun baik, kelima pandai menimbang-nimbang, dibalik makanya dibelah, keenam pandai berliku di tempat terang, kalau berlindung dari yang panas, ketujuh pandai mengambil pertengahan, serta adab hormatnya, kedelapan mulia segala janjinya, serta malu kepada Allah, kesembilan elok perangainya, baik duduk atau tegak, baik tatakrama minum makan, anggota yang tujuh dipasungnya, kesepuluh suka menjunjung titah raja, kasih diadat dan agama, menurut sepanjang kitab Allah, sempurna imam Islamnya, melangkah sesuai dengan rukun.
Sebanyak-banyaknya pengajian, walaupun seperti bintang di atas langit, atau seperti air dalam laut, tidak lain tidaklah bukan, maksud iman dan Islam.”
Kaba sampaiayam berkokok
Murai berkicau hari siang;
Kurang garam datuk menukuk
Tanda menyambung kasih sayang.
TAMAT
127