Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/140

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah

Berkisah tentang Siti Juhari yang memiliki sepasang anak. Anak laki-lakinya bernama si Buyuang Geleng dan yang perempuan bernama Si Budiman. Anaknya yang laki-laki, Si Buyung Geleng, kelakuannya sehari-hari bertolak belakang dengan keadaan keluarganya.

Sehari-hari ia hanya bermalas-malasan, tidak mau ke sawah atau ke ladang, ia hanya sibuk menggaya, berhura-hura dengan teman sama besar. Lagaknya pun bukan main, pantang menegur orang yang ditemui di jalan. Jika kebetulan naik bendi, ia seperti orang kaya, kepalanya mendongak ke langit. Karena sifat tersebut, ia diberi gelar Rancak Dilabuah.

Pada suatu hari, ia meminjam uang kepada orang kaya, sebagai jaminannya ialah sawah dan kerbau milik ibunya. Uang pinjaman tersebut dibelikan baju, celana, serta sepatu yang bagus. Sehari-hari, ia hanya berfoya-foya, menyewa bendi ke pasar, ke tempat permainan anak muda, dan lain-lainnya.

Ia pun bersikap angkuh, tidak mau menegur orang yang ditemui di jalan, menyapa orang dengan tidak sopan. Akhirnya, setelah uangnya habis dan waktu pembayaran hutang sudah tiba, tetapi dia tidak memiliki uang. Ia mengakui kesalahannya kepada ibunya dan berjanji untuk berubah.

Ia memang menepati janjinya tersebut, mulai berubah ke arah yang lebih baik. Gelarnya pun bertukar menjadi Sutan Samparono. Ia pun mendapat banyak pengajaran dari ibunya, sampaiia menjadi seorang peghulu.


BALAI BAHASA

PROVINSI SUMATERA BARAT