kalau tak cukup minta tambah.” Mendengar kata seperti itu, berjalan Rancak Dilabuah, dibeli kain tutup meja, pakaian dua pertegak, lengkap dengan perkakas rumah, dibeli semua yang perlu. Setelah cukup semuanya, besarlah hati mandeh kandung, berkata Siti Juhari. “Oi anak kandung Rancak Dilabuah, belilah kapur dan pasir, belilah pula batu tembok. Jemput terbawa tukang bayu, perbuat janji cepat-cepat, ingat pepatah orang tua, Pekerjaan baik disegerakan Agar jangan ditimpa oleh yang buruk; Kerjaan buruk dilambatkan Mujur diserta oleh yang baik.” Menyahut si Rancak Dilabuah, “Kalau itu kata Mandeh, denai kerjakan secepatnya.” Tidak lama kemudian, sudah berhasil yang dikerjakan, sudah datang tukang batu, ditentukan pekerjaannya, serta upah yang diterima, sudah sama suka keduanya. Pekerjaan dimulai waktu itu, Allah Taala menggerakkan, sudah terbuat jejang batu, berkata Siti Juhari, “Anak kandung Rancak Dilabuah, sepanjang pinta sudah berlaku, keinginan sudah terwujud, niat dan nazar sudah sampai, hanya satu yang denai rusuhkan, anak belum berpengajar, belum ditunjukajari.” Menjawab Rancak Dilabuah, “Kalau itu yang Mandeh rusuhkan, tunjuk ajarilah oleh Mandeh, agar denai pegang eraterat, kalau siang denai pegang, kalau malam denai ingat, disimpan baik-baik.” Mendengar kata seperti itu, berkata Siti Juhari, “Oi, Anak Kandung Rancak Dilabuah, kalau begitu kata anak, dengarkanlah baik-baik, biar denai urai dan paparkan, jangan anak membantah denai.
25