Biar denai buka tambo lama, buhul di dalam ikat pinggang, simpan di dalam pikiran, diletak di bantal kalang hulu, tidak tampan karena rupanya, tidak baik karena baiknya. Jika yang merah iyalah saga Jika yang kurik iyalah kundi; Jika yang indah iyalah bahasa Jika yang baik iyalah budi. Dengarkan oleh anak kandung, biar bisa anak amalkan, ilmu padi yang dipakai, makin berisi makin tunduk, merendah diri dari kawan, orang yang muda dimuliakan. Jika seiring dengan yang tua, janganlah langkahnya didahului, iringkan saja dari belakang, kalau anak sedang bergegas, minta maaf terlebih dahulu, kalau makan dengan yang tua, usah dahulu membasuh tangan, begitu juga sesudah makan, nantikan dulu yang tua-tua, baru Buyuang membasuh tangan. Anak kandung sibiran tulang, adab makan saya katakan, kalau makan jangan mencangkung, duduk bersela baik-baik, suap jangan diperbesar, cepak jangan diperkeras, jangan berbicara sambil makan, makan tak usah diperbanyak. Kalau makan bekawan-kawan, kalau anak sudah dahulu, minta izin pada kawan, bawa ke depan tempat basuh, tangan tak usah dimasukkan, tuang ke pinggan tempat makan, mengucap syukur dengan pelan, jari jangan dikibaskan. Kalau sudah seperti itu, sudah terlihat tanda-tandanya, bahwa kita orang baik, sudah ditunjuk diajari. Oi, anak denai Rancak Dilabuah, kalau anak ingin bermain, untuk melepas letih dan lelah, kalau menyewa bendi orang, ubah kelakuan yang dahulu, janganlah lupa dengan ajaran, ingat tunggul yang akan menarung, lihat ranting yang akan mencucuk, lihat duri yang akan menusuk, tangan jangan disandarkan, pandangan usah ditinggikan, pandanglah orang lalu lalang, yang patut Buyuang tegur sapa.
27