Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/42

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

Kita rapat dengan keluarga, kumpulkan anak kemenakan, beserta ibu dan bapak, panggil penghulu dalam kampung, imbau penghulu dalam nagari, rapat dengan sanak saudara, biar disampaikan maksud kita.”

Menyahut Rancak Dilabuah, “Kalau begitu kata Mandeh, denai terima dengan senang hati.”

Tidak lama kemudian, lengkap semua yang diperlukan, orangpun sudah dipanggil, sudah patut dan sesuai, sudah duduk tamu di rumah, Siti Juhari pun menyembah, pada penghulu dalam kampung, juga kepada yang ikut rapat.

“Wahai Ninik Mamak ambo, ambo berniat dalam hati, hendak mengganti gelar anak, yang bernama si Buyuang Geleng, bergelar Rancak Dilabuah, kita ganti gelarnya kini, dengan gelar Sutan Samparano, disampaikan dalam rapat ini, agar bisa dikabulkan.”

Menjawab penghulu yang hadir, serta peserta rapat yang banyak, “Kalau begitu kata Mandeh, kita langsungkan hal itu.”

Tidak lama setelah itu, mereka pun bermusyawarah, orang yang ikut rapat itu, sudah mendengar semuanya, gelar dahulu Rancak Dilabuah, kini Sutan Samparano. Helat sudah haripun petang, petang berganti dengan senja, senja berubah menjadi malam, lampu pun dihidupkan.

Alkisah Sutan Samparano, sudah berubah kelakuannya, pengajaran sudah dipakainya, orang yang tua dimuliakan, yang besar dihormatinya, yang muda dikasihani, seperti petuah mandeh kandung, sedikitpun tidak diubahi,

Orang yang banyak di negeri
Berhati sayang semuanya;
Banyak berniat dalam hati
Hendak menjemput jadi semenda.

31