Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/44

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah
ORANG SEMENDA

Beberapa lama kemudian, teringat oleh mandehnya, dilihat anak sudah besar, yang bernama Siti Budiman, sudah patut berumah tangga. Lalu ia berkata waktu itu.

“Oi, Anak Kandung Sutan Samparano, kemarilah anak duduk, ada yang hendak mandeh rundingkan, kita berbisik-bisik kecil, satu hal yang merusuh, adik anak Siti Budiman, sudah besar pula sekarang, sudah patut bersuami. Coba lihatlah oleh anak, coba pandang-pandang betul, siapa yang elok jadi semenda.

Menyahut Sutan Samparano, “Kalau begitu kata Mandeh, akan denai pikirkan dahulu, biar denai lihat-lihat, yang patut akan jadi jodohnya.”

Berkata Siti Juhari, “Jika dapat yang sesuai, lekaslah Mandeh diberitahu.”

Sampai pula tiga hari, lalu dijelang mandeh kandung, berkata Sutan Samparano, “Wahai Mandeh kandung denai, yang Mandeh suruh cari-cari, yang Mandeh suruh pandang-pandangi, yang akan jadi jodoh adik, iyalah Sutan Malabiahi, anak Tuanku Kareh Hati.

Kalau dikaji ketampanannya, wajahnya seperti mensiang parit, mukanya bagai bulan penuh, matanya bak pelita padam, pakai

33