Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/46

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

sepatu tiap hari, naik bendi hilir mudik, berdetak bunyi cambuknya,pemberitahu orang banyak.

Menurut pendapat denai, rasa sesuai dengan si upik, sudah patut jadi jodohnya, itu pendapat denai sendiri, haraplah mandeh pertimbangkan. Kalau salah tolong betulkan, kalau elok tolong disalahkan.”

Mendengar kata seperti itu, berkata Siti Jauhari. “Manalah Sutan Samparano,

Jika yang merah ialah saga
Kalau yang kurik ialah kundi;
Jika yang baik ialah bahasa
Kalau yang baik ialah budi.

Berbelok berpilin-pilin
Berbelok ke batang hari;
Karena elok orang tak ingin
Budi baik yang kita cari.

Menyangkut Sutan Malabiahi, kalau tampan betul rupanya, kalau bagus betul pakaiannya, anaknya kurang pengajaran, hidupnya tidak berketentuan.

Sudah dilihat dipandangi, kalau duduk di atas bendi, tangannya tersandar di tepi, pandangannya memanah langit, geleng kepala seperti sipatung, banyak yang tua tak ditegur, tidak pandai memberi salam, kalau berjalan di tengah jalan, seperti ayam kurik panjang ekor, badan terasa hebat sendiri, gila mengukur bayang-bayang.

Menurut pendapat mandeh, elok yang lain anak cari, jangan dipakai pandangan mata, lihat dengan hati dan pikirkan, denai beri waktu tiga hari, sepakat hati dan mata anak, katakan segera kepada denai.”

Menyahut Sutan Samparano, “Jika begitu kata Mandeh, akan

denai pikir-pikir, bersabar Mandeh sementara.”

35