ADAT BERUMAH TANGGA
Birawari9) Siti Juhari, sudah dipanggil anak kandung, dia berkata waktu itu, “Oi Anak Kandung Siti Budiman, Upik duduk mendekat kemari, mari kita berdekat-dekatan, elok kita duduk berdamping, berunding sepatah dua patah, biar masuk ke hati anak, baiknya kita saling terbuka, sudah tahukah Anak Kandung, ilmu orang bersuami?”
Menyahut Siti Budiman, “Kenapa itu Mandeh tanyakan. Mandeh melihat setiap hari, denai yang tidak turun tanah, gila di atas rumah saja, tidak berjalan kian kemari, siapa yang akan mengajari? Mandeh belum menujukkan, Mandeh sudah lupa tentang itu.”
Menjawab Siti Juhari, “Oi anak Siti Budiman, pahamkan baik-baik, ingatlah ajaran mandeh, petuah kakek kandung anak, yaitu ayah kandung mandeh, bergelar Tuanku Rajo Bana.
Tentang orang berumah tangga, kalau sempat anak bersuami, perbaiki tingkah dan laku, perbaiki adab tatakrama, datang suami dari jauh, sambutlah dengan muka manis, hidangkan makan dan minumnya, perlihatkan hati yang suci.
Kalau berunding sama besar, cacatnya jangan dibicarakan, sebagaimana akal dan budi, tutuplah rapat baik-baik, senafas jangan bernafas, seangin jangan boleh lalu, jaga baik-baik oleh anak, tapi
9) salam pembuka dalam kaba