Yang lainnya wahai anak kandung, jika anak punya pambayan10), suami disunting orang lain, yang elok sama dipakai, yang enak sama dimakan, begitu sepanjang adat, agama menyuruh pula, lepas dengan hati suci, lepas dengan muka jernih, jangan anak menjadi dengki, jangan berniat berkelahi, usah berdendam kesumat, haram sepanjang Kitab Allah.
Jangan seperti orang kini, jika bertemu bersembayan, tidak berbaik hati lagi, sindir menyindir dan bersungut, melihat dengan mata belalak, sampai bertengkar berkelahi, hingga berkoyak kain baju, seperti anjing berebut tulang, patut malu kita di situ, kalau diliat orang banyak, berapa bisik dan gunjingan.
Jika seiring di tengah jalan, atau duduk bersam-sama, atau di tengah perhelatan, runding jangan diperbanyak, mulut harus selalu dijaga, banyak kata banyak yang salah, banyak runding akan banyak sesat.
Adat hidup berusaha
Pandaimenenun menerawang
Pandaimenjahit dan bertenun
Tahu dengan alat tentun
Tahu dengan pekan rebah tegak
Arif dan bijak dipakaikan
Kalau tak dipakai yang seperti itu
Bukan perempuan itu namanya
Yang dikatakan perempuan, pertama sebenar perempuan, lalu bernama “simarewan”, ketiga “mambang tali awan”.
Adapun sebenar perempuan, terpakai sopan santun, seperti yang mandeh katakan, yang bernama simarewan, sifatnya seperti getah cair, ini mau itupun mau, sifat seperti pimping di lereng, baling baling di atas bukit, kemanapun angin kencang, ke situ pula arahnya, walaupun sudah bersuami, nampak seperti tak bersuami.
10) istri kedua dari suamin