Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/66

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

MENJEMPUT ORANG SEMENDA

Beberapa lama kemudian, sekitar tiga hari lalu, lalu orang di halaman, bermaksud naik ke atas rumah, ingin bertemu Siti Juhari.

Setelah sama-sama duduk, disuguhi sirih di cerana, keluar kadut orang tersebut, berimbang basa dan basi, bergantian lebih melebihi, ganti anjung menganjungkan, banyaklah runding dan paparan, tanya bertanya penghidupan, sebut menyebut hina diri, orang bergayung sama pandai, seperti kundi di atas dulang, tidak saling menyinggung, sambil menanti nasi masak.

Tidak lama setelah itu, setelah makan dan minum, rundingan akan dimulai, oleh pihak orang yang datang.

“Manalah Mandeh Siti Juhari, sebabnya ambo datang kemari, ambo disuruh mamak ambo, Datuak Timbangan Aluih Paham, karena titah bapak si Upik, Mualim Saba Palito Ati, sudah bulat maka digolekkan, kata mufakat yang ambo bawa, kami meminta Mandeh beri, kami membeli Mandeh perjuali, maksud kami datang kemari,

ingin menjemput anak Mandeh, yang bergelar Sutan Samparano,akan jadi suami si Upik Ketek, yang berbama si Cito Dunia, orang Taluak Balunan Ombak, kampung Dalam Talago Manih,” ujar orang yang datang.

55