Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/72

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

Menjawab Siti Juhari, “Tentang rundingan kita dahulu, rasanya tidak berselisih, sepanjang pinta denai beri, tapi walaupun begitu, kita buat janji dan ikatan, beruntung kita keduanya, menurut hitungan ambo, lebih baik di hari ketujuh, hari itu hari yang baik, petang Kamis malam Jumat.”

Menjawab si Suri, “Kalau begitu kata Mandeh, diterima dengan hati suci.” Si Suri kemudian pulang.

Sementara menanti janji, Siti Juhari telah bersiap, mencari barang yang kurang, begitu pula di pihak perempuan, sudah lengkap kedua pihak, janji pun diulang kembali, sudah mufakat dan berunding, sudah tentu ukur dan jangkarnya.

Janji tiba menikahpun jadi, telah kawin Sutan Samparano, dengan si Upiak Cito Dunia, seperti janggut pulang daguk, bagai pisang matang sekebun.

Terantang akar Kalimpanang
Tersisik di paku kawat;
Kalau direntang bisa panjang
Kini elok dipersingkat.

Sudah patut jerami lapuk
Sudah lama batang terendam;
Sudah patut mata terkantuk
Hari telah larut malam.

61