Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/74

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah diujibaco

BERTIMBANG TANDA

Sampailah dua tiga bulan, selamat saja di dalam kampung, tak ada cacat mara melintang, tentang Sutan Samparano, teringat di dalam hati, rundingan mandeh kandung, mencari jodoh adik kandung yang bernama si Buyuang Sidiek, bergelar Pakiah Candokio,anak Tuanku Bijaksano, kemenakan Datuk Rajo Adia, orang Kampung Luruih Bana.

Dipikir-pikir dalam hati, jika dia yang menyampaikan, banyak elak dan bantahnya, mencari jalan untuk lepas, lalu didatangi mandeh kandung.

“Manalah Mandeh Kandung denai, tentang rundingan yang dahulu, iyalah denai Mandeh suruh,memancing-mancing Buyuang Sidiek, sudah denai pikir masak-masak.

Mandeh saja yang menyampaikan, kepada bapaknya kandungnya, ialah Pakiah Cadokio, berunding Mandeh dengan bapaknya, kata panjang biar singkat, sudah lama Mandeh berkenalan, kalau malu sama malu, saling paham satu sama lain,” kata Sutan Samparano.

Menjawab Siti Juhari, “Kalau begitu kata Anak, betul pula kiranya, akan denai turut sendiri.”

63