Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/80

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alun diujibaco

Tentang SitiJuhari, lau dia pulang kerumah, karena lambat di perjalanan, sudah tiba di korong kampung, lalu diimbau Sutan ‘Samparano.

“Tentang niat kita tac, sudah denaidatangiayahnya, ayah si Pakiah Candokio, bertemu juga dengan mamaknya, Datuak Juaro ‘MantiAlam.

Allah Taala sungguh kaya, pelangkahan sedang batk, pinta kita sedang berlaku, dia berfanjitiga bulan, denai terima janjiitu, ‘sepanjang adat yang dipakal, ada tandanya yang saya pegang.” ‘Menyahut Sutan Samparano, “Kalau janji sudah diperbuat, senanglah hati mendengarnya, sebaiknya sekarang ini, kta bersiap didalam rumab, yang kurang kita cari, supaya Mandeh tidak susah.”

‘Menyaut Siti Juhari,“Kalau hanya soal tu, namanya beranak perempuan, sudah lama mandeh siapkan, hanyasatu yang merusuh, badan semakin tua juga, menyangkut sianak kandung, pengajaran belum selesai, kalau denai mati musim ini, menangis bumi ‘mengandung,meraung-raung dalam kubur, karena ada yang kurang, ‘anak diajar belum cukup.”

Dalam pikiran hatidenai janjibelum ditepati, apabila datang haribaik, supaya kita jadi bersepakat, berunding dan bermufakat, <denaitambahkan pengajaran, denaiajarkan sedikit lagi”

‘Menyahut Sutan Samparano, “Kalau itu yang Mandeh rusuhkan, ketika hati Mandeh senang, tolong Mandeh tunjuk ajari”

‘Menjawab Sit Juhari, “Kalau begitu kata anak, didalam dua tiga hari, akan denai tambah pengajaran, semua yang ada pada ‘Mandeh.”

Selesairundingan masa itu, harisudah kian petang, berjalan ‘Sutan Samparano, ke rumah PutiCito Dunia.

69