Lompat ke isi

Halaman:Rancak Dilabuah.pdf/86

Dari Wikibasurek
↓Laman ko alah sah
Kelima semenda bapak anak
Keenam semenda ninik mamak

Arti semenda kacang miang, hanyalah mengacau yang baik, mengacau dalam kampung, bumi sempit alam tak sunyi, orang serumah dipecahnya, hanya menjadi racun binasa.

Arti semenda langau hijau, semuanya akan diambinya, harta istri dihabiskannya, pusaka istri ditandaskanya, sudah habis dia pergi, tidak akan mendekat lagi.

Arti semenda lapik buruk, itulah orang yang terkicuh, hanya menjadi ijuk penambal, petang pagi dikicuh istri, badan sayang istri menikung, kalau istri dapat malu besar, badan juga yang akan kena.

Arti semenda kutu dapur, tidak berjalan hilir mudik, Korong kampung tak ditempuh, karib kebarat tidak peduli, mau tinggal di rumah saja, mau menumbuk dan bertanak, bersemak jalan ke tepian, sudah kelam jalan ke pintu, sudah elok langkah ka dapur, daripada istrinya yang susah, biar badannnya yang menderita, mati ayam matilah tungau, dunianya hanya itu saja.

Arti semenda bapak anak, dia seperti kumbang jantan, datangnya rancak perginya pun rancak, datangnya senja perginya pagi, tak ada yang bisa diharapkan, pandai menggulai tak pakai air, kenyang karena bujuk rayu, hanya manis di mulut saja, mulut manis pandai bicara, rasa sudah di telapak tangan.

Arti semenda ninik mamak, iyalah bumi dan langit kita, akan keganti cincin dan gelang, payung panji tempat berlindung, jadi sitawa dan sidingin, kalau panjang dipotongnya, kalau pendek diulasnya, berbicara dengan akal dan budi, sifatnya baik kita sentosa, selamat dunia akhirat, lahir batin tak disesali.

Oi Nak Kandung dengarkanlah, sudah banyak mandeh dengar, membuat laku yang tidak baik, orang yang kurang tatakrama, sambil menyelam minum air, menggunting dalam lipatan, akhirnya buruk kemudian, menderita mandeh kandungnya, terjual

75